cahyono.com

belajar hidup sampai mati

pesan terakhir

teman,

apa wasiatmu?

16 June 2009 at 06:22 - Comments
dewanto at 14:34 on 17 June 2009
kok nda' ada yang koment, ya?
Anggara at 11:48 on 19 June 2009
tolong dijaga dengan baik anak om caplang, sungguh saya kuatir dengannya :mrgreen:

dengung

terlalu banyak

suara

yang ku dengar

dalam

kesunyian ini.

15 June 2009 at 07:00 - Comments

jangan diam

setelah kasus prita mencuat ke permukaan disusul kasus-kasus lainnya, terutama perihal pencemaran nama baik dan uu ite, apakah kita masih berani menulis untuk menyuarakan berbagai hal yang dirasa mengganggu di lingkungan sekitar? mulai dari pelayan yang buruk, produk barang yang tidak sesuai janji, atau bahkan peristiwa sosial di dekat kita? masihkah kita peka?

ancaman jeratan hukum itu jelas ada. tapi apakah kemudian kita harus diam? saat hak kita dirampas, kita akan bungkam? menurutku bukan itu jawabnya. mereka ingin data dan fakta; berikan! main cantik. dan pintar. saat ada kesewenangan: lawan!

menurut lo?

11 June 2009 at 18:27 - Comments
setanmipaselatan at 22:02 on 11 June 2009
ganyang, sodara! ganyang mereka! hahayyy!!!
Vicky at 04:20 on 12 June 2009
Data dan fakta..hm, itu yang susah, Ed. Tapi gw yakin Tuhan pasti punya alasan bagus kenapa uji materi UU ITE ...

resah tanpamu

sayang aku tahu
kita tak banyak bicara
kau jauh disana
ku menyimpan tanya

sayang aku tahu
kita tak banyak bertemu
namun hanya kamu
yang ada di hati

jangan sampai kau lukai hatiku
aku resah lalui waktu tanpamu
jangan sampai kau ragukan cintaku
aku takkan membuatmu terluka
meragu… percayalah…

sayang aku mau kita
‘kan slalu menyatu
walau kadang rindu
menyiksa batinku

sayang aku mau
jangan pernah kau meragu
walau aku jauh
hatiku untukmu

jangan sampai kau ragukan cintaku
aku takkan membuatmu terluka
meragu… percayalah…

titi kamal feat. anji drive

9 June 2009 at 07:22 - Comments
edy at 07:23 on 9 June 2009
sayaaang... aku tau... *bayangin tikam*
Anggara at 09:21 on 9 June 2009
kirain buat om ade

fokus

sejak awal kampanye sudah membawa aura positiv, membela orang yang berada pada posisi lemah, dan belum tentu salah. kenapa kemudian mesti berubah menjadi ajakan boikot bahkan menyerbu kotak surat elektroniknya? bukankah kotak surat elektronik yang kepenuhan akan mengganggu dan merusak fungsinya? bagaimana jika ada pasien lain yang membutuhkan namun tak bisa mengirimkan suratnya akibat kepenuhan?

sebaiknya tetap fokus pada niat awal. jangan mencemari perjuangan yang sudah memiliki titik terang.

3 June 2009 at 18:27 - Comments
nenyok at 20:25 on 3 June 2009
Salam Di negeri ini keluhan bisa jadi ancaman serius..hiks
kombor at 01:31 on 9 June 2009
Aku nggak ikut mbanjiri mailbox atau ngabisin fax paper.