Month: November 2008

refleksi

kenalkan, namaku cermin. padahal aku ingin menjadi cermin cembung; selalu melebih-lebihkan apa yang diberikan orang lain. saat ada yang memberiku sesuap nasi, aku ingin membalasnya dengan dua suap. bila aku menerima uluran sebuah tangan, aku ingin membantunya dengan kedua tangan. bahkan kalau perlu menggendongnya.

tapi aku juga ingin seperti cermin cekung. mengecilkan, kalau bisa sih menghilangkan. terutama bila aku mendapat perlakuan buruk. tamparan di pipi tak terasa panas dilarut senyum. terbanting jatuh dari tempat tinggi hanya membuatku sejenak menarik napas panjang. dan dalam. luka di hati akan menyadarkan diri untuk membuka lembaran baru hidup ini.

iklas. tanpa pamrih. dendam hanya merusak jiwa.

bumi adalah lelaki

menurut penelitian para ahli, setiap sekian waktu garis edar bumi selalu mengalami perubahan beberapa derajat dari sebelumnya.

berdasarkan itu bisa diambil kesimpulan bahwa bumi adalah lelaki. soalnya sering salah orbit sendiri.

start a new life

– potong rambut, mo botak lagi

– bersihin inbox

– edit nama di ponbuk

– stop smoking? err….

– create back up

– deleting unnecessary memories

– reformatting… done!

batu, bom waktu, tajam, mengancam

kamu berucap:
batu. bom waktu. tajam. mengancam.

aku menanggap:
ayo teruskan… apalagi?
bukankah kita sama?
kita? siapa kita?
hanya seonggok daging yang membusuk

tidakkah pernah ku bilang
kita hanyalah jiwa-jiwa yang mencari jalan pulang?
belum sempatkah aku berkata
jalan yang mudah tak pernah ada?

silaukah matamu melihat dunia?
tulikah hatimu akan apa-apa yang ada di muka?

aku adalah dia
dia adalah kamu
tapi bukan kita
masih meragu?

pejamkan mata, dengar nurani
sayup-sayup dia memanggil kita
tutup telinga, jerit hati
dia mulai melantunkan mantra

batu
bom waktu
tajam
mengancam

tiada!

level 2

lebih ramai dibanding sebelumnya

tapi seperti kemarin, semua berjalan lancar

walaupun sedikit terkejut karena tak ada level 3

so, here i am….

getar itu

tunggu sebentar! rasanya ada getaran. tak banyak yang tahu sebelah sini. mungkin dia. ya, mungkin dia berusaha menghubungi aku.

tapi aku tak bisa berhenti sekarang. aku harus meneruskan perjalanan ini. setibanya di tujuan barulah aku bisa melihatnya lagi.

ah bukan, bukan getar itu. ternyata hanya pikiran-yang-menunggu.

i don’t

i don’t need anyone
i can get through this

yes it’s hard
but i know i can get up

yes it hurts
but i’m my own potion

i’m a man
i must cry not

i don’t need anyone
nobody needs me