batu, bom waktu, tajam, mengancam

kamu berucap:
batu. bom waktu. tajam. mengancam.

aku menanggap:
ayo teruskan… apalagi?
bukankah kita sama?
kita? siapa kita?
hanya seonggok daging yang membusuk

tidakkah pernah ku bilang
kita hanyalah jiwa-jiwa yang mencari jalan pulang?
belum sempatkah aku berkata
jalan yang mudah tak pernah ada?

silaukah matamu melihat dunia?
tulikah hatimu akan apa-apa yang ada di muka?

aku adalah dia
dia adalah kamu
tapi bukan kita
masih meragu?

pejamkan mata, dengar nurani
sayup-sayup dia memanggil kita
tutup telinga, jerit hati
dia mulai melantunkan mantra

batu
bom waktu
tajam
mengancam

tiada!

6 thoughts on “batu, bom waktu, tajam, mengancam”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.