refleksi

kenalkan, namaku cermin. padahal aku ingin menjadi cermin cembung; selalu melebih-lebihkan apa yang diberikan orang lain. saat ada yang memberiku sesuap nasi, aku ingin membalasnya dengan dua suap. bila aku menerima uluran sebuah tangan, aku ingin membantunya dengan kedua tangan. bahkan kalau perlu menggendongnya.

tapi aku juga ingin seperti cermin cekung. mengecilkan, kalau bisa sih menghilangkan. terutama bila aku mendapat perlakuan buruk. tamparan di pipi tak terasa panas dilarut senyum. terbanting jatuh dari tempat tinggi hanya membuatku sejenak menarik napas panjang. dan dalam. luka di hati akan menyadarkan diri untuk membuka lembaran baru hidup ini.

iklas. tanpa pamrih. dendam hanya merusak jiwa.

Posted in kehidupan
3 comments on “refleksi
  1. Itikkecil says:

    Let it go…

  2. wuih, mantap kali kata katanya mas.

    kagum saya mas,

  3. Anney says:

    Hmm …very nice…sayang sekali gw bukan cermin :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>