berlalu

“aku tak mau mencari siapa yang lebih bersalah, mbak. yang pasti memang kami berdualah yang bersalah.”

“lalu?”

“lalu? waktu itu dia menolak untuk bertahan. berkali-kali. hingga akhirnya aku merasa sudah waktunya untuk melepas semua.”

“begitu saja?”

“baginya tak ada alasan yang cukup kuat. dan mengapa sekarang mungkin-akan-lebih-baik? hanya akan menjadi bom waktu. tidak murni. dan aku tak mau tersakiti lagi.”

Posted in kehidupan
2 comments on “berlalu
  1. jensen99 says:

    Tidak tertolong means tidak tertolong ya? ;)

    *sigh*

  2. Ann says:

    lalu?
    ya, lalu tinggal melangkah lagi, iya kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>