Month: September 2011

sakitnya cinta

seorang teman pernah mengingatkan, berani bercinta harus pula berani merasakan sakitnya. aku melawan, jika memang cinta, mengapa harus melukai? dia menjawab, karena kita manusia yang tidak sempurna.

memang bukan cinta yang menyakiti, lanjutnya. rasa cinta yang mengisi relung hati dan dipenuhi bahagia seringkali membuat lupa akan ketidaksempurnaan orang lain; pasangan kita. begitu ada perih terasa lebih menyayat dibanding orang-yang-bukan-siapa-siapa yang melakukannya. ada pengharapan untuk hanya merasakan bahagia, menjadi pasangan yang sempurna. padahal rasa tak cuma bahagia. padahal sempurna hanya ada di dongeng. kita hidup di dunia nyata bersama manusia berbagai rupa.

jadi, jangan berani bercinta jika kau tidak siap melewati sakitnya.

nanti

nanti adalah wujud nyata
deretan mimpi-mimpi
beserta harapan
dan kepastian masa lalu

langit biru
dalam taman bunga

yang belum tentu semuanya
dapat hadir bersamaan;
atau malah beberapa tak pernah datang

kini

kau datang
dengan sejumlah bunga pilihan

sementara aku
memilih berkendara langit biru

bersama kita hiasi angkasa
dengan tamanmu

sambil berlarian
bertumpu awan

lalu

beberapa bagian membuat tawa
beberapa bagian lain memanggil airmata
beberapa lagi memaksaku terdiam;
lupa bahwa kita pernah terpisah

masing-masing
membawa masa lalu yang penuh kepastian
terombang-ambing
menyeret dua mahluk pada satu pertemuan