sakitnya cinta

seorang teman pernah mengingatkan, berani bercinta harus pula berani merasakan sakitnya. aku melawan, jika memang cinta, mengapa harus melukai? dia menjawab, karena kita manusia yang tidak sempurna.

memang bukan cinta yang menyakiti, lanjutnya. rasa cinta yang mengisi relung hati dan dipenuhi bahagia seringkali membuat lupa akan ketidaksempurnaan orang lain; pasangan kita. begitu ada perih terasa lebih menyayat dibanding orang-yang-bukan-siapa-siapa yang melakukannya. ada pengharapan untuk hanya merasakan bahagia, menjadi pasangan yang sempurna. padahal rasa tak cuma bahagia. padahal sempurna hanya ada di dongeng. kita hidup di dunia nyata bersama manusia berbagai rupa.

jadi, jangan berani bercinta jika kau tidak siap melewati sakitnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.