Month: January 2013

kepada calon istri solehah

apa kabar? kebiasaan yang sama, terbangun tengah malam mengerjakan tugas? aku membayangkan bagaimana kau melewati minggu-minggu lalu. hujan deras enggan berhenti, bahkan ibukota lumpuh, dan rumah-rumah tergenang. hujan yang sesekali diselingi gemuruh petir.

petir. masih tak suka petir? aku tak tahu kenapa kau tak suka. aku duga karena perbedaan di antaranya: kecepatan cahaya dan kecepatan suara. lalu menimbulkan gelegar. seperti… kita? entah siapa positif, siapa negatif, dan sering kali salah satu dari kita lupa menjadi netral. perkelahian dalam diam. gelegar tak terdengar. mengalah dan lengah. semua padam.

maaf. aku tak bermaksud mengungkit. aku hanya teringat, sebab beberapa malam belakangan aku mendengar derit mesin jahit singer kuno milik ibu. tengah malam, orang-orang di rumah sudah tidur. pernah dari sekian malam itu aku terbangun karena kehabisan nafas. ku hampiri mesin jahit dan mendapati benda-benda berjatuhan di lantai: meteran, kertas bermacam pola ditempel kain belacu warna-warni dengan bantuan jarum pentul, gunting, kapur jahit, kancing-kancing, ritsleting. Terakhir jatuh sapu tangan dengan inisial namamu. sapu tangan yang tak pernah menyentuh tanganmu. sapu tangan yang mestinya  membasuh tiap butir peluh di wajahmu. sapu tangan yang dapat kau remas bila gugup. malam itu aku mendadak gugup.

diam-diam aku menulis — aku bercerita pada ibu untuk mengajariku menjahit, sesuai dengan hobimu — kayuhan demi kayuhan, naik turun (mesin jahit ibu lebih tua dari aku), salah ini dan itu, hingga inisial namamu muncul di sapu tangan itu. nah, sekarang kau sudah tahu apa yang tidak pernah kuberitahu. tak ada harap selain kau membaca untuk tahu.

sampaikan selamat ulangtahun buat papamu, panjang umur dan sehat selalu.
smoga kau tak lelah berjuang dalam damai, dingin malam, dan mendapat apa yang kau butuhkan. aamiin.

salaam.

menjadi matahari

dari mata, indera pertama yang aku amati dari tiap manusia, turun ke hati. katanya.

aku bukan orang yang bisa meramal lewat sepotong gambar atau kalimat datar. aku lebih menyukai mata bertemu kata bernada. lalu kita bicara dalam jarak satu depa kurang, tergelak-gelak, meminta waktu tambahan menunda pulang walau pagi belum datang. mata bulat kecil memesona membuatku berpaling muka. pelontar lagu-lagu syahdu. melihat semua berbeda.

mata itu
lingkar tak sempurna beragam titik melahirkan putik,

konstanta yang luput dari \pi\,\!,
padupadan zat-zat kimia bebas sempadan,
nebula tempat singgah perjalanan antarkartika.

inginku menjadi matahari, bergelincir, tenggelam, setiap hari, terpejam, mengisi jeda tiap sibuk yang kau lewati. matahari yang sinarnya tak melumat awan mendung masa lalu, tak juga hilang oleh bulan. bertelut dalam mata bulat kecilmu.

inginku nikmati mata itu lagi.