Month: February 2013

ceres

benda terbesar dalam sabuk asteroid. mungkin seumpama kepala ikat pinggang. mengikat sekaligus melepas pada momen yang tepat. namun bukan pemilik epos terhebat.

empunya kesuburan, buah hati petani. dipuja dan dipuji setelah musim hujan setiap april dan mei. meski ia tak memintanya. kadang, ia lebih suka sendiri untuk menghindari tabrakan* lain lagi, atau ulah gravitasi.

terlepas dari semua, ceres tetaplah ceres. asteroid. sinarnya tak pernah mencapai planet di dalam tata surya milikmu. dan tetap enggan beranjak dari situ.

*konon ceres pernah begitu dekat dengan lintasan benda angkasa keduanya bergerak sangat cepat hingga satu titik persinggungan dan mengalah mengikuti arah benda tersebut memunculkan banyak tetesan cahaya redup

c mayor

kepada musikus yang sedang berhenti bermusik,

malam tadi aku berbicara banyak denganmu. bahasan mulai dari hilir hingga ke hulu. sungguh kesempatan langka. dulu, buku musikmu begitu berwarna. warna-warna nada solmisasi tempo paling lambat merambat makin cepat; timbre. setidaknya begitu yang aku tahu.

aku percaya tak butuh waktu lama bagimu melukis buku musik dalam bermacam nada lagi, di sela sibuknya kadang pagi, kadang tengah hari, kadang di simpang pertemuan malam dengan pagi. memimpin barisan not balok turun naik jengkoletan. romantis dan baluran kata-kata lepas tengah malam. paralaks pilihan-pilihan hidup. dawai string 0.11 menunggu sentuhan ujung jari-jari lembutmu. kanvas menunggu. mikrofon menunggu aliran hangat nafasmu. aku menunggu.