c mayor

kepada musikus yang sedang berhenti bermusik,

malam tadi aku berbicara banyak denganmu. bahasan mulai dari hilir hingga ke hulu. sungguh kesempatan langka. dulu, buku musikmu begitu berwarna. warna-warna nada solmisasi tempo paling lambat merambat makin cepat; timbre. setidaknya begitu yang aku tahu.

aku percaya tak butuh waktu lama bagimu melukis buku musik dalam bermacam nada lagi, di sela sibuknya kadang pagi, kadang tengah hari, kadang di simpang pertemuan malam dengan pagi. memimpin barisan not balok turun naik jengkoletan. romantis dan baluran kata-kata lepas tengah malam. paralaks pilihan-pilihan hidup. dawai string 0.11 menunggu sentuhan ujung jari-jari lembutmu. kanvas menunggu. mikrofon menunggu aliran hangat nafasmu. aku menunggu.

Posted in kehidupan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>