ceres

benda terbesar dalam sabuk asteroid. mungkin seumpama kepala ikat pinggang. mengikat sekaligus melepas pada momen yang tepat. namun bukan pemilik epos terhebat. empunya kesuburan, buah hati petani. dipuja dan dipuji setelah musim hujan setiap april dan mei. meski ia tak memintanya. kadang, ia lebih suka sendiri untuk menghindari tabrakan* lain lagi, atau ulah gravitasi. terlepas […]

c mayor

kepada musikus yang sedang berhenti bermusik, malam tadi aku berbicara banyak denganmu. bahasan mulai dari hilir hingga ke hulu. sungguh kesempatan langka. dulu, buku musikmu begitu berwarna. warna-warna nada solmisasi tempo paling lambat merambat makin cepat; timbre. setidaknya begitu yang aku tahu. aku percaya tak butuh waktu lama bagimu melukis buku musik dalam bermacam nada lagi, di […]

kepada calon istri solehah

apa kabar? kebiasaan yang sama, terbangun tengah malam mengerjakan tugas? aku membayangkan bagaimana kau melewati minggu-minggu lalu. hujan deras enggan berhenti, bahkan ibukota lumpuh, dan rumah-rumah tergenang. hujan yang sesekali diselingi gemuruh petir. petir. masih tak suka petir? aku tak tahu kenapa kau tak suka. aku duga karena perbedaan di antaranya: kecepatan cahaya dan kecepatan […]

aku lelaki

teruntuk perempuanku, selamat pagi. kita mulai hari lewat kopi. tahukah kamu apa ingin ku untukmu? habiskan waktu sehari penuh, kau dan aku. singkirkan bekas minuman yang membiusmu ke masa lalu. pulang ku nanti sajikan masa depan untukmu. selamat siang. sedang apa, sayang? padat aktivitas merajut mimpi tadi pagi tak lantas menghapus lihaimu semalam dalam gemulai […]

berpegang tangan

halo, ini namaku. dan kamu adalah… itu? terima jabat tanganku. genggam erat selalu. hatiku yang cuma satu hendak kutitipkan padamu. mari saling berkenalan tanpa malu. aku milikmu. kamu untukku. perkenalan ini abadi. dari hidup sampai mati. dua pribadi berusaha saling mengerti. ada sepi. ada yang tersakiti. saling memafkan dan mengakui, ini itu makin jatuh dalam […]