di depan langit

malam syahdu
entah gelap atau terang
kau tak bosan bersandar di pundakku
hanya bertekstur tulang

aku tak bosan menemanimu

Posted in kehidupan

terdakwa (yang tak berhak dibela)

satu alpa saja,

akan kuberondong kau sepanjang sisa hidup hingga tinggal lemas tak berkata-kata.

Posted in kehidupan

ceres

benda terbesar dalam sabuk asteroid. mungkin seumpama kepala ikat pinggang. mengikat sekaligus melepas pada momen yang tepat. namun bukan pemilik epos terhebat.

empunya kesuburan, buah hati petani. dipuja dan dipuji setelah musim hujan setiap april dan mei. meski ia tak memintanya. kadang, ia lebih suka sendiri untuk menghindari tabrakan* lain lagi, atau ulah gravitasi.

terlepas dari semua, ceres tetaplah ceres. asteroid. sinarnya tak pernah mencapai planet di dalam tata surya milikmu. dan tetap enggan beranjak dari situ.

*konon ceres pernah begitu dekat dengan lintasan benda angkasa keduanya bergerak sangat cepat hingga satu titik persinggungan dan mengalah mengikuti arah benda tersebut memunculkan banyak tetesan cahaya redup

Posted in kehidupan

c mayor

kepada musikus yang sedang berhenti bermusik,

malam tadi aku berbicara banyak denganmu. bahasan mulai dari hilir hingga ke hulu. sungguh kesempatan langka. dulu, buku musikmu begitu berwarna. warna-warna nada solmisasi tempo paling lambat merambat makin cepat; timbre. setidaknya begitu yang aku tahu.

aku percaya tak butuh waktu lama bagimu melukis buku musik dalam bermacam nada lagi, di sela sibuknya kadang pagi, kadang tengah hari, kadang di simpang pertemuan malam dengan pagi. memimpin barisan not balok turun naik jengkoletan. romantis dan baluran kata-kata lepas tengah malam. paralaks pilihan-pilihan hidup. dawai string 0.11 menunggu sentuhan ujung jari-jari lembutmu. kanvas menunggu. mikrofon menunggu aliran hangat nafasmu. aku menunggu.

Posted in kehidupan

kepada calon istri solehah

apa kabar? kebiasaan yang sama, terbangun tengah malam mengerjakan tugas? aku membayangkan bagaimana kau melewati minggu-minggu lalu. hujan deras enggan berhenti, bahkan ibukota lumpuh, dan rumah-rumah tergenang. hujan yang sesekali diselingi gemuruh petir.

petir. masih tak suka petir? aku tak tahu kenapa kau tak suka. aku duga karena perbedaan di antaranya: kecepatan cahaya dan kecepatan suara. lalu menimbulkan gelegar. seperti… kita? entah siapa positif, siapa negatif, dan sering kali salah satu dari kita lupa menjadi netral. perkelahian dalam diam. gelegar tak terdengar. mengalah dan lengah. semua padam.

maaf. aku tak bermaksud mengungkit. aku hanya teringat, sebab beberapa malam belakangan aku mendengar derit mesin jahit singer kuno milik ibu. tengah malam, orang-orang di rumah sudah tidur. pernah dari sekian malam itu aku terbangun karena kehabisan nafas. ku hampiri mesin jahit dan mendapati benda-benda berjatuhan di lantai: meteran, kertas bermacam pola ditempel kain belacu warna-warni dengan bantuan jarum pentul, gunting, kapur jahit, kancing-kancing, ritsleting. Terakhir jatuh sapu tangan dengan inisial namamu. sapu tangan yang tak pernah menyentuh tanganmu. sapu tangan yang mestinya  membasuh tiap butir peluh di wajahmu. sapu tangan yang dapat kau remas bila gugup. malam itu aku mendadak gugup.

diam-diam aku menulis — aku bercerita pada ibu untuk mengajariku menjahit, sesuai dengan hobimu — kayuhan demi kayuhan, naik turun (mesin jahit ibu lebih tua dari aku), salah ini dan itu, hingga inisial namamu muncul di sapu tangan itu. nah, sekarang kau sudah tahu apa yang tidak pernah kuberitahu. tak ada harap selain kau membaca untuk tahu.

sampaikan selamat ulangtahun buat papamu, panjang umur dan sehat selalu.
smoga kau tak lelah berjuang dalam damai, dingin malam, dan mendapat apa yang kau butuhkan. aamiin.

salaam.

Posted in kehidupan

menjadi matahari

dari mata, indera pertama yang aku amati dari tiap manusia, turun ke hati. katanya.

aku bukan orang yang bisa meramal lewat sepotong gambar atau kalimat datar. aku lebih menyukai mata bertemu kata bernada. lalu kita bicara dalam jarak satu depa kurang, tergelak-gelak, meminta waktu tambahan menunda pulang walau pagi belum datang. mata bulat kecil memesona membuatku berpaling muka. pelontar lagu-lagu syahdu. melihat semua berbeda.

mata itu
lingkar tak sempurna beragam titik melahirkan putik,

konstanta yang luput dari \pi\,\!,
padupadan zat-zat kimia bebas sempadan,
nebula tempat singgah perjalanan antarkartika.

inginku menjadi matahari, bergelincir, tenggelam, setiap hari, terpejam, mengisi jeda tiap sibuk yang kau lewati. matahari yang sinarnya tak melumat awan mendung masa lalu, tak juga hilang oleh bulan. bertelut dalam mata bulat kecilmu.

inginku nikmati mata itu lagi.

Posted in dunia hayal

kepada senja

terimakasih kau mengingatkan indahnya bercengkerama dengan anak kecil, dan membuatku kembali berani menitikkan airmata—hampir saja.

Posted in kehidupan

why me – part 1

h: but, why me?
m: i want to. why not?

pembicaraan tak pernah usai. ajuan pertanyaan bertemu jawaban yang sebagian tak perlu diungkapkan.

Posted in kehidupan

aku lelaki

teruntuk perempuanku,

selamat pagi.
kita mulai hari lewat kopi. tahukah kamu apa ingin ku untukmu? habiskan waktu sehari penuh, kau dan aku. singkirkan bekas minuman yang membiusmu ke masa lalu. pulang ku nanti sajikan masa depan untukmu.

selamat siang.
sedang apa, sayang? padat aktivitas merajut mimpi tadi pagi tak lantas menghapus lihaimu semalam dalam gemulai bayang-bayang. tunggu aku pulang.

selamat sore.
maaf, ternyata aku ada janji. tak bisa segera di sampingmu lagi. iya aku tahu ini yang ke sekian kali. kamu ngerti kan lelaki baiknya punya hobi dari pada main hati? kita simpan kehangatan di lain hari.

selamat malam, perempuanku.
perempuan yang tertidur cantik saat aku tiba di rumah. ku kecup kening membuatmu bergerak lemah. marah.

aku lelaki.
kamu perempuanku.
kita hilang arah.

Posted in kehidupan

berpegang tangan

halo, ini namaku. dan kamu adalah… itu? terima jabat tanganku. genggam erat selalu. hatiku yang cuma satu hendak kutitipkan padamu. mari saling berkenalan tanpa malu. aku milikmu. kamu untukku.

perkenalan ini abadi. dari hidup sampai mati. dua pribadi berusaha saling mengerti. ada sepi. ada yang tersakiti. saling memafkan dan mengakui, ini itu makin jatuh dalam hati.

lalu dia tiba. kulitnya terlihat kemilau bercahaya. dengan alasan ini atau itu, mereka lupa. berlomba membuat yang lain terluka. berbahaya.

maafkan aku, ini. maafkan aku, itu. perkenalan akan berjalan abadi. selalu genggam erat tanganku.

Posted in dunia hayal, kehidupan