jangan diam

setelah kasus prita mencuat ke permukaan disusul kasus-kasus lainnya, terutama perihal pencemaran nama baik dan uu ite, apakah kita masih berani menulis untuk menyuarakan berbagai hal yang dirasa mengganggu di lingkungan sekitar? mulai dari pelayan yang buruk, produk barang yang tidak sesuai janji, atau bahkan peristiwa sosial di dekat kita? masihkah kita peka?

ancaman jeratan hukum itu jelas ada. tapi apakah kemudian kita harus diam? saat hak kita dirampas, kita akan bungkam? menurutku bukan itu jawabnya. mereka ingin data dan fakta; berikan! main cantik. dan pintar. saat ada kesewenangan: lawan!

menurut lo?

resah tanpamu

sayang aku tahu
kita tak banyak bicara
kau jauh disana
ku menyimpan tanya

sayang aku tahu
kita tak banyak bertemu
namun hanya kamu
yang ada di hati

jangan sampai kau lukai hatiku
aku resah lalui waktu tanpamu
jangan sampai kau ragukan cintaku
aku takkan membuatmu terluka
meragu… percayalah…

sayang aku mau kita
‘kan slalu menyatu
walau kadang rindu
menyiksa batinku

sayang aku mau
jangan pernah kau meragu
walau aku jauh
hatiku untukmu

jangan sampai kau ragukan cintaku
aku takkan membuatmu terluka
meragu… percayalah…

titi kamal feat. anji drive

fokus

sejak awal kampanye sudah membawa aura positiv, membela orang yang berada pada posisi lemah, dan belum tentu salah. kenapa kemudian mesti berubah menjadi ajakan boikot bahkan menyerbu kotak surat elektroniknya? bukankah kotak surat elektronik yang kepenuhan akan mengganggu dan merusak fungsinya? bagaimana jika ada pasien lain yang membutuhkan namun tak bisa mengirimkan suratnya akibat kepenuhan?

sebaiknya tetap fokus pada niat awal. jangan mencemari perjuangan yang sudah memiliki titik terang.

jauh lebih penting

bertemu dengan media, wawancara di sini dan sana, bercerita tentang kisah rumah tangganya, berbagai penyiksaan yang pernah diterima, bak mata-mata meloloskan diri dari kungkungan; ketimbang segera memeriksakan kondisi tubuh ke rumah sakit yang konon katanya hampir setiap hari menerima siksaan.

aneh!

berasa pedo

misal, sekarang saya dan pasangan beda usia 7 tahun, mungkin akan terasa biasa-biasa saja. apalagi kami sama-sama berada di dunia kerja. tapi bayangkan andai itu terjadi beberapa belas tahun lalu…

saat itu saya baru saja melepas masa lajang sekolah tingkat atas dan memasuki dunia perkuliahan. sedang asyik menunggu bus menuju kampus, melintaslah perempuan manis dengan seragam rok birunya yang masih baru. “neng, kalo udah besar jangan kemana-mana yak. tungguin abang.”

hmm….

bintang merah

ganti theme lagi. sudah bosan dengan yang lama, dan kebetulan saat membuka (google) reader ada satu blog yang baru sajas rilis theme gratisan barunya. mumpung koneksi kencang, unduh dan unggahlah.

masih agak mirip dengan yang sebelumnya sih. tapi kali ini ada satu bintang merah di pojok kiri. maksudnya apa? mbuh… tanya saja sama pembuatnya. salah satu fasilitasnya adalah subtitle di bawah judul utama. ada kolom khusus untuk about me. ga butuh. terakhir, ada gambar lenin di kanan bawah :D

berlalu

“aku tak mau mencari siapa yang lebih bersalah, mbak. yang pasti memang kami berdualah yang bersalah.”

“lalu?”

“lalu? waktu itu dia menolak untuk bertahan. berkali-kali. hingga akhirnya aku merasa sudah waktunya untuk melepas semua.”

“begitu saja?”

“baginya tak ada alasan yang cukup kuat. dan mengapa sekarang mungkin-akan-lebih-baik? hanya akan menjadi bom waktu. tidak murni. dan aku tak mau tersakiti lagi.”

tigasatu

keadaan begitu berbeda dibanding tahun lalu. [si]apa yang kumiliki sebelumnya kini tak ada. kisah itu sudah berakhir. dan sebaliknya, [si]apa yang bukan milikku kini ada di sampingku. saatnya memulai kisah baru.

terima kasih dan mohon maaf atas segala yang pernah kita lakukan. sekali lagi, terima kasih. terima kasih juga buat orang-orang yang selama ini mendukungku; membantuku berdiri kembali. tenang, ini bukan masalah ereksi. ini cerita hati.

*tulisan berjadwal. sementara saat ini aku ada entah di mana.