kini

kau datang
dengan sejumlah bunga pilihan

sementara aku
memilih berkendara langit biru

bersama kita hiasi angkasa
dengan tamanmu

sambil berlarian
bertumpu awan

lalu

beberapa bagian membuat tawa
beberapa bagian lain memanggil airmata
beberapa lagi memaksaku terdiam;
lupa bahwa kita pernah terpisah

masing-masing
membawa masa lalu yang penuh kepastian
terombang-ambing
menyeret dua mahluk pada satu pertemuan

akukamu

hanya butuh dua spasi dan sebuah konjungsi untuk memisahkan aku dan kamu
tetapi tidak dengan kita

aku bukan kamu; kamu tak bisa menjelma aku
ada kita yang harus terus dijaga
yang ingin selalu bersama
kita yang tercipta dari aku dan kamu menyatu

kita tak boleh sama
perbedaanlah yang membawaku ke arahmu
aku melihatmu tak lain adalah kamu
dan kita:

dua manusia bertemu pada satu titik waktu untuk bergandeng tangan menyusuri jalan penuh rintangan menyambut akhir kehidupan yang entah kapan membawa kita menuju yang sejati

realita

percayalah, semua terjadi bukan tanpa alasan. betapa mudahnya kita lupa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sesungguhnya bukanlah bagaimana kita menerimanya; tetapi dari apa yang diberikan maha sejati, sejauh mana kita bisa menyadari dan menjalaninya.

selasa kesepuluh: kami bicara tentang perkawinan

ada beberapa aturan yang menurutku berlaku untuk cinta dan perkawinan:

kalau kita tidak menghormati pihak yang lain, kita akan mendapatkan banyak masalah

kalau kita tidak tahu cara berkompromi, kita akan mendapatkan banyak masalah

kalau kita tidak mampu bicara terbuka tentang apa pun yang terjadi di antara kita dan pasangan, kita akan mendapatkan banyak masalah

dan kalau kita tidak memiliki seperangkat nilai yang kita sepakati dalam hidup, kita juga akan mendapatkan banyak masalah

yang paling penting dari semua itu adalah keyakinan betapa pentingnya cinta/ perkawinan kita

saling mencintai atau punah

(tuesdays with morrie, halaman 158, dengan sedikit edit)

terlalu nyaman

bertahun sudah aku berada di tempat ini. nyaris tanpa geliat. terima saja semua. berusaha maksimalkan waktu yang ada.

ya, waktu. waktu berjalan dengan cuek, tak pernah bertanya apa kabarku. atau aku yang terbenam dengan suasana?

terasa degdegan saat ku menggeliat kecil. nyaris tak berani menapakkan langkah. tapi ya… harus dipaksa.

usaha dan doa. semoga tikungan yang tepat. dan semoga berhasil di tikungan berikutnya

konflik

bukan untuk dihindari.

mari kita bicara, beradu argumen dengan positif, mencari apa yang sama dan beda, hingga kita melaluinya dengan senyuman.